Jumat, 17 Maret 2017

Latar Belakang Kewarganegaraan

Hasil gambar untuk kewarganegaraan

1. PENDAHULUAN

Sebagai warga negara yang baik kita wajib membina dan melaksanakan hak dan kewajiban kita dengan tertib. Hak dan kewajiban warga negara diatur dalam UUD 1945 itu bagian dari latar belakang dari kewarganegaraan. Tujuan untuk agar para generasi muda mempelajari pendidikan kewarganegaraan untuk menyadarkan kita bahwa semangat perjuangan bangsa yang merupakan kekuatan mental spiritual telah melahirkan kekuatan yang luar biasa dalam masa perjuangan fisik, sedangkan dalam menghadapi globalisasi untuk mengisi kemerdekaan kita memerlukan perjuangan non fisik sesuai dengan bidang profesi masing2. Perjuangan ini dilandasi oleh nilai2 perjuangan bangsa sehingga kita tetap memiliki wawasan dan kesadaran bernegara, sikap dan prilaku yang cinta tanah air dan mengutamakan persatuan serta kesatuan bangsa dalam rangka bela negara demi tetap utuh dan tegaknya NKRI. Dengan itu kita sebagai generasi muda diharapkan menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan, wawasan nusantara serta ketahanan nasional dalam diri para mahasiswa sebagai calon sarjana yang sedang mengkaji dan akan menguasai IPTEK dan seni.

2. PENGERTIAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Pendidikan Kewarganegaraan yang dahulu dikenal dengan Pendidikan Kewiraan, adalah materi perkuliahan yang menyangkut pemahaman tentang persatuan dan kesatuan, kesadaran warga Negara dalam bernegara, serta pendidikan bela Negara yang tertuang dalam suatu Surat Keputusan Dirjen Dikti No. 267/DIKTI/2000. Dalam Pendidikan Kewarganegaraan dengan sendirinya juga di kembangkan kemampuan kepribadian dan kemampuan intelektual dalam bidang politik, hokum, kemasyarakatan filsafat dan budaya.Materi tersebut antara lain membahas tentang demokrasi, hak asasi manusia, lingkungan social budaya, ekonomi serta pertahanan dan keamanan. Dalam Pendidikan Kewarganegaraan materi disajikan secara objektif dan ilmiah dan tanpa unsure doktriner.

Oleh karena itu materi Pendidikan Kewarganegaraan pada hakikatnya tidak bersifat militeristik, objektif dan ilmiah.

Dalam UU No. 2 Tahun 1998 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 39 (2), dinyatakan bahwa disetiap jenis, jalur dan jenjang pendidikan wajib memuat Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan. Materi pokok Pendidikan Kewarganegaraan adalah tentang hubungan antar warganegara dan Negara serta pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN). Dalam pelaksanaannya selama ini , pada jenjang Pendidikan Dasar sampai dengan Pendidikan Menengah, Pendidikan Kewarganegaraan digabung dengan Pendidikan Pancasila menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN). Sedangkan di Perguruan Tinggi, Pendidikan Kewarganegaraan dikenal dengan Pendidikan Kewiraanyang lebih menekankan pada Pendidikan Pendahuluan Bela Negara.

Dasar Pemikiran Pendidikan Kewarganegaraan:
Bahwa pendidikan nasional yg berakar pada kebudayaan Bangsa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan serta harkat dan martabat bangsa, mewujudkan manusia serta masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berkualitas mandiri sehingga mampu membangun dirinya dan masyarakat sekelilingnya serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional & bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
Jiwa politik, rasa cinta tanah air, semangat kebangsaan, kesetiakawanan sosial, kesadaran pd sejarah bangsa, dan sikap menghargai jasa para pahlawan di kalangan mahasiswa hendak dipupuk melalui pendidikan kewarganegaraan.

Kompetensi yg dihadapkan:
Pendidikan kewarganegaraan yg berhasil akan membuahkan sikap mental yg cerdas, penuh rasa tanggung jawab dari peserta didik. Sikap ini disertai dgn perilaku:
1. Beriman & bertakwa kepada Tuhan YME & menghayati nilai-nilai falsafah bangsa
2. Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam bermasyarakat, berbangsa dan beragama
3. Rasional, dinamis, dan sadar akan hak & kewajiban sebagai warga negara
4. Bersifat profesional, yg dijiwai oleh kesadaran bela negara.
5. Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan & teknologi serta seni untuk kepentingan kemanusiaan, bangsa, dan negara.

Selain itu diharapkan semua rakyat Indonesia memiliki wawasan kesadaran bernegarauntuk bela negara dan memiliki pola pikir, pola sikap dan prilaku sebagai pola tindak yg cinta tanah air berdasarkan Pancasila, semua itu diperlukan demi tetap utuh & tegaknya NKRI. Untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan, wawasan nusantara serta ketahanan nasional dalam diri para mahasiswa sebagai calon sarjana yang sedang mengkaji dan akan menguasai IPTEK dan Seni.

Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan:
1. Memberikan pengetahuan dan kemampuan dasar kepada mahasiswa mengenai hubungan antara warganegara dengan negara, hubungan antara warganegara dengan warganegara, dan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara agar menjadi warganegara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara.
2. Agar memahami dan melaksanakan hak dan kewajiban secara santun, jujur dan demokratis serta ikhlas sebagai Warganegara Republik Indonesia yang terdidik dan bertanggung jawab.
3. Agar menguasai dan memahami berbagai masalah dasar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta dapat mengatasi dengan pemikiran kritis dan bertanggung jawab yang berlandaskan Pancasila, Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional.
4. Agar memiliki sikap perilaku sesuai nilai-nilai kejuangan, cinta tanah air, rela berkorban bagi nusa dan bangsa.

3. PENGERTIAN BANGSA DAN NEGARA


Hasil gambar untuk bangsa dan negara

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua, “bangsa” adalah orang-orang yang memiliki kesamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarah serta berpemerintahan sendiri, atau bisa saja diartikan sebagai kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan wilayah tertentu di muka bumi. Jadi, “Bangsa Indonesia” adalah sekelompok manusia yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsa serta berproses di dalam satu wilayah Nusantara/Indonesia.

Sementara, pengertian dari “Negara” adalah suatu organisasi dari sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang sama-sama mendiami satu wilayah tertentu dan mengetahui adanya satu pemerintahan yang mengurus tata tertib serta keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia tersebut.

“Negara” juga dapat diartikan sebagai satu perserikatan yang melaksanakan pemerintahan melalui hukum yang mengikat masyarakat dengan kekuasaan untuk memaksa bagi ketertiban sosial. Istilah bangsa sering disebut dengan istilah rakyat. Untuk membedakan keduanya para ahli mengatakan bahwa bangsa adalah suatu pengertian politis, sedangkan rakyat adalah suatu pengertian sosiologis.

Beberapa definisi bangsa:

1. Ernest Renan (Perancis)
Rakyat adalah sekelompok manusia yang memiliki kebudayaan atau adat istiadat yang sama, sedangkan bangsa adalah sekelompok manusia yang ada dalam ikatan batin yang dipersatukan karena memiliki persamaan sejarah dan cita-cita yang sama.

2. Otto Bauer (Jerman)
Bangsa merupakan sekelompok manusia yang memiliki karakter karena persamaan nasib dan pengalaman sejarah budaya yang tumbuh berkembang bersama dengan tumbuh kembangnya bangsa.

3. Ben Anderson
Bangsa merupakan komunitas politik yang dibayangkan dalam wilayah yang jelas batasnya dan berdaulat.

Dari beberapa pendapat ahli dapat disimpulkan bahwa bangsa adalah sekelompok orang yang dipersatukan karena memiliki persamaan latar belakang sejarah, cita-cita, dan keinginan untuk bernegara.

Berdasarkan pengertian tersebut, bangsa pada hakikatnya mempunyai unsur-unsur berikut:
1. Cita-cita bersama yang mengikat dan menjadi satu kesatuan.
2. Perasaan senasib sepenanggungan.
3. Karakter yang sama
4. Adat istiadat atau budaya yang sama.
5. Satu kesatuan wilayah.
6. Terorganisir dalam satu wilayah hukum.

Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa terbentuknya suatu bangsa terjadi karena adanya suatu masalah-masalah politik. Diantaranya adalah:
1. Faktor pembentuk bangsa menurut identitas
2. Faktor pembentuk bangsa menurut segi organisasi

Ada beberapa teori dari beberapa ahli tentang pengertian dan terbentuknya suatu negara :

1. Teori Hukum Alam (Plato dan Aristosteles)
Kondisi alam —> Berkembang manusia —> Tumbuh negara.

2. Teori Ketuhanan (Agustinus, Yulius Stahl, Haller, Kranenburg)
Hal ini didasarkan pada kepercayaan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Tuhan. Demikian juga negara terjadi atas kehendak Tuhan. Tandanya nampak pada UUD-nya “by the grace of God” (Atas berkat Tuhan Yang Maha Esa)

3. Teori Perjanjian ( Thomas Hobbes)
Manusia menghadapi kondisi alam dan timbullah kekerasan, manusia akan musnah bila ia tidak mengubah cara-caranya. Manusia pun bersatu (membentuk negara) untuk mengatasi tantangan dan menggunakan persatuan dalam gerak tunggal untuk kebutuhan bersama.

4. George Gelinek
Negara adalah organisasi kekuasaan dari kelompok manusia yang telah berkediaman dalam wilayah tertentu.

5. Kranenburg
Negara adalah suatu organisasi yang timbul karena kehendak dari suatu golongan atau bangsa sendiri.

6. Carl Schmitt
Negara adalah sebagai suatu ikatan dari manusia yang mengorganisasi dirinya dalam wilayah tertentu.

7. Prof. R Djokosotono, SH
Negara adalah suatu organisasi manusia atau manusia manusia yang berada dibawah suatu pemerintahan

8. G. Pringgodigdo, SH
Negara adalah suatu organisasi kekuasaan atau organisasi kewibawaan yang harus memenuhi persyaratan atau unsur-unsur, yaitu harus ada pemerintahan yang berdaulat, wilayah tertentu dan rakyat yang hidup dengan teratur sehingga merupakan suatu bangsa.

3. PENGERTIAN WARGA NEGARA

Warga negara merupakan terjemahan kata citizens (bahasa Inggris) yang mempunyai arti ; warga negara, petunjuk dari sebuah kota, sesama warga negara , sesama penduduk, orang setanah air; bawahan atau kaula

Warga mengandung arti peserta, anggota atau warga dari suatu organisasi atau perkumpulan. Warga negara artinya warga atau anggota dari organisasi yg bernama negara.

Ada istilah rakyat, penduduk dan warga negara. Rakyat lebih merupakan konsep politis. Rakyat menunjuk pada orang-orang yang berada dibawah satu pemerintahan dan tunduk pada pemerintahan itu. Istilah rakyat umumnya dilawankan dengan penguasa. Penduduk adalah orang-orang yang bertempat tinggal di suatu wilayah negara dalam kurun waktu tertentu.

Kewarganegaraan (citizenship) artinya keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau ikatan antara negara dengan warga negara.

Menurut A.S. Hikam, warga negara merupakan terjemahan dari "citizenship" yaitu anggota dari sebuah komunitas yang membentuk negara itu sendiri. Istilah ini menurutnya lebih baik ketimbang istilah kawula negara lebih berarti objek yang berarti orang-orang yang dimiliki dan mengabdi kepada pemiliknya.

Menurut Koerniatmanto S, Warga negara dengan anggota negara. Sebagai anggota negara, seorang warga negara mempunyai kedudukan yang khusus terhadap negaranya. Ia mempunyai hubungan hak dan kewajiban yang bersifat timbal-balik terhadap negaranya.

Menurut UU No. 62 Tahun 1958, negara republik Indonesia adalah orang - orang yang berdasarkan perundang - undangan dan atau perjanjian - perjanjian dan atau peraturan - peraturan yang berlaku sejak proklamasi 17 agustus 1945 sudah menjadi warga negara republik.

Teori terbentuknya warga negara:

Warga Negara adalah rakyat yang menetap di suatu wilayah dan rakyat tertentu dalam hubungannya dengan Negara. Dalam hubungan antara warga Negara dan Negara, warga negara mempunyai kewajiban-kewajiban terhadap Negara dan sebaliknya warga Negara juga mempunyai hak-hak yang harus diberikan dan dilindungi oleh Negara. Dalam hubungan internasional di setiap wilayah Negara selalu ada warga Negara dan orang asing yang semuanya disebut penduduk. Setiap warga Negara adalah penduduk suatu Negara, sedangkan setiap penduduk belum tentu warga Negara, karena mungkin seorang asing. Sedangkan seorang asing hanya mempunyai hubungan selama dia bertempat tinggal di wilayah Negara tersebut.

Kriteria Menjadi Warga Negara:

1. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu Warga Negara Indonesia
2. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah Warga Negara Indonesia dan ibu warga negara asing
3. Kriterium Kelahiran
4. Naturalisasi dan Pewarganegaraan

Harapan Warga Negara Terhadap Negaranya:

1. Hidup damai dan tentram, terhindar dari ancaman aksi-aksi kriminal
2. Mendapatkan perlindungan
3. Mendapat perlakuan adil
4. Mendapatkan yang seharusnya didapat
5. Memperoleh Pendidikan yang semestinya

4. SENTRALISASI & DESENTRALISASI

A. Sentralisasi 

Sentralisasi merupakan sistem pemerintahan yang segala kekuasaan dipusatkat di pemerintah pusat. Maksud dari pemerintah pusat adalah presiden dan dewan kabinet. Sedangkan maksud dari kewenangan adalah kewenangan politik dan kewenangan administrasi. Arti kewenangan politik adalah kewenangan membuat dan memutuskan kebijakan. Sedangkan arti dari kewenangan administrasi adalah kewenangan melaksanakan kebijakan.

Kelemahan Sistem Sentralisasi:
Sentralisasi memiliki kelemahan dalam mengambil suatu kebijakan dan keputusan di daerah yang berada di pusat yang membutuhkan waktu lama untuk melakukannya dan akan memberikan beban kerja karena pekerjaan rumah tangga semakin bertambah dan menumpuk.

Contoh Sistem Sentralisasi:
1. TNI (Lembaga Keamanan Negara), yang melakukan perlindungan kepada indonesia dengan tiga titik yaitu darat, laut, dan udara.
2. BI (Bank Indonesia), sebagai pusat pengaturan dari seluruh kebijakan moneter dan fiskal.

Dampak Positif dan Negatif Sentralisasi:

1. Aspek Ekonomi
  • Dampak positif sistem sentralisasi pada aspek ekonomi adalah perekonomian lebih terarah dan teratur karena pusat saja yang mengatur sistem perekonomian. 
  • Dampak negatif sistem sentralisasi pada aspek ekonomi adalah daerah hanya dijadikan sapi perahan dan tidak dberikan kewenangan mengatur kebijakan perekonomiannya masing-masing, sehingga pemusatan keuangan terjadi di pemerintah pusat. 
2. Aspek Sosial Budaya
  • Dampak positif sistem sentralisasi pada aspek sosial budaya adalah terjadi perbedaan-perbedaan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia dapat di persatukan. Sehingga setiap daerah tidak saling menonjolkan kebudayaan masing-masing dan menguatkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. 
  • Dampak negatif sistem sentralisasi pada aspek sosial budaya adalah pemerintah pusat mendominasi seluruh aktivitas negara, sehingga pemerintah daerah telah menghilangkan eksistensi daerah sebagai tatanan peemrintah lokal dengan keunikan sosial budaya sendiri. Dalam jangka panjang mengakibatkan ketergantungan ke pemerintah pusat dan pada akhirnya mematikan kreasi dan inisiatif lokal dalam membangun lokalitasnya.
3. Aspek Keamanan
  • Dampak positif sistem sentralisasi pada aspek keamanan adalah keamanan lebih terjamin, dan jarang terjadi konflik antar daerah yang dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional Indonesia. 
  • Dampak negatif sistem sentralisasi pada aspek keamanan adalah menonjolnya organisasi-organisasi kemiliteran. Sehingga, organisasi militer memiliki hak yang lebih dibandingkan dengan organisasi lain. 
4. Aspek Politik
  • Dampak positif sistem sintralisasi pada bidang politik adalah pemerintah daerah tidak kepusingan dalam perbedaan pengambilan keputusan, karena segala keputusan dan kebijakan berada di pemerintah pusat. Sehingga keputusan yang dihasilkan terlaksanan dengan maksimal karena pemerintah daerah hanya menerima saja. 
  • Dampak negatif sistem sentralisasi bidang politik adalah daerah terus bergantung kepada keputusan pemerintah pusat dan keputusan dan kebijakan memakan waktu lama sehingga realisasi keputusan pun terhambat. 
B. Desentralisasi 

Desentralisasi merupakan penyerahan wewenang pemerintahan ke pemerintah daerah otonom guna mengatur dan mengurus segala urusan pemerintah dalam sistem NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia. (UU No. 32 Tahun 2004 Pasal 1 Tentang Pemerintahan Daerah). Menurut UU No. 5 Tahun 1974, Penyerahan wewenang ke pemerintah daerah bertujuan untuk mencapai pemerintahan yang efisien, kemudian menghasilkan otonomi. Otonomi itu adalah kebebasan masyarakat dalam daerah tersebut untuk mengatur dan mengurus kepentingannya sendiri. Segala kewenangan dan tanggung jawab diserahkan ke pemerintah daerah menjadi tanggung jawab daerah baik secara politik pelaksanaannya, rencana, pembiayaan, dan pelaksanaan.

Tujuan Sistem Desentralisasi:
1. Mencegah pemusatan keuangan
2. Sebagai usaha pendemokrasian pemerintah daerah untuk mengikutsertakan rakyat betanggung jawab dalam penyelenggaraan pemerintahan
3. Penyusunan program-program dalam perbaikan sosial ekonomi di tingkat lokal

Contoh Sistem Desentralisasi:
1. Dinas pendidikan mengatur pola-pola pendidikan
2. Dinas perikanan mengatur potensi perikanan di suatu daerah.
3. Pembuatan kebijakan oleh DPRD
4. Pemilihan kepala daerah

Dampak Positif dan Negatif Desentraliasi:

1. Aspek Ekonomi
  • Dampak positif sistem desentralisasi dari segi ekonomi adalah pemerintah daerah dapat dengan mudah mengelola SDA yang dimilikinya, sehingga pendapatan daerah dan pendapatan masyarakat meningkat. 
  • Dampak negatif sistem desentralisasi dalam aspek ekonomi adalah dapat menimbulkan KKN jika terdapat pejabat daerah (tidak benar). 
2. Aspek Sosial Budaya
  • Dampak positif sistem desentralisasi pada aspek sosial budaya adalah dapat memperkuat ikatan sosial budaya daerah dan mengembangkan kebudayaan dimiliki setiap daerah. 
  • Dampak negatif sistem desentraliasi pada aspek sosial budaya adalah setiap daerah berlombang-lomba untuk menonjolkan kebudayaannya. Sehingga secara tidak langsung, dapat melunturkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia itu sendiri. 
3. Aspek Keamanan
  • Dampak positif sistem desentralisasi dari segi keamanan adalah suatu upaya untuk mempertahankan NKRI dengan kebijakan kebijaksanaan dapat meredam setiap daerah untuk memisahkan diri dengan NKRI. 
  • Dampak negatif sistem desentralisasi dari segi keamanan adalah desentralisasi juga dapat berpotensi konflik antar daerah, jika terdapat daerah yang kurang puas dengan sistem yang menyangkut NKRI. 
4. Aspek Politik
  • Dampak positif sistem desentralisasi dalam bidang politik adalah daerah lebih aktif dalam mengelolah daerahnya karena sebagian besar keputusan dan kebijakan berada dan diputuskan di daerah tersebut. 
  • Dampak negatif sistem desentralisasi bidang politik adalah terdapat euforia berlebihan jika kewenangan tersebu disalah gunakan untuk kepentingan golongan dan kelompok tertentu demi kepentingan pribadi atau oknum. Hal ini sulit dikontrol pemerintah di tingkat pusat. 
5. LANDASAN HUKUM

Landasan hukum dapat diartikan sebagai peraturan baku sebagai tempat berpijak atau titik tolak dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu, dalam hal ini adalah kegiatan pendidikan. Pendidikan menurut UUD 1945. UUD 1945 merupakan hukum tertinggi di Indonesia.

6. HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA


Hasil gambar untuk hak dan kewajiban

Pengertian

Hak adalah sesuatu yang mutlak menjadi milik kita dan penggunaannya tergantung kepada kita sendiri. Contohnya, hak mendapatkan pengajaran, hak mendapatkan nilai dari guru dan sebagainya

Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab. Contohnya, melaksanakan tata tertib di sekolah, membayar SPP atau melaksanakan tugas yang diberikan guru dengan sebaikbaiknya dan sebagainya.

Sebagai warga negara yang baik kita wajib membina dan melaksanakan hak dan kewajiban kita dengan tertib.

Hak dan kewajiban warga negara diatur dalam UUD 1945 yang meliputi:

A. Hak dan kewajiban dalam bidang politik

- Pasal 27 ayat (1) menyatakan, bahwa “Tiap-tiap warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemeritahan itu dengan tidak ada kecualinya”. Pasal ini menyatakan adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban, yaitu:
1. Hak untuk diperlakukan yang sama di dalam hukum dan pemerintahan.
2. Kewajiban menjunjung hukum dan pemerintahan.

- Pasal 28 menyatakan, bahwa “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang”. Arti pesannya adalah:
1. Hak berserikat dan berkumpul.
2. Hak mengeluarkan pikiran (berpendapat).

Kewajiban untuk memiliki kemampuan beroganisasi dan melaksanakan aturan-aturan lainnya, di antaranya: Semua organisasi harus berdasarkan Pancasila sebagai azasnya, semua media pers dalam mengeluarkan pikiran (pembuatannya selain bebas harus pula bertanggung jawab dan sebagainya).

B. Hak dan kewajiban dalam bidang sosial budaya

- Pasal 31 ayat (1) menyatakan, bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran”.

- Pasal 31 ayat (2) menyatakan bahwa “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistim pengajaran nasional, yang diatur dengan undang-undang”.

- Pasal 32 menyatakan bahwa “Pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia”.

Arti pesannya adalah:
1. Hak memperoleh kesempatan pendidikan pada segala tingkat, baik umum maupun kejuruan.
2. Hak menikmati dan mengembangkan kebudayaan nasional dan daerah.
3. Kewajiban mematuhi peraturan-peraturan dalam bidang kependidikan.
4. Kewajiban memelihara alat-alat sekolah, kebersihan dan ketertibannya.
5. Kewajiban ikut menanggung biaya pendidikan.
6. Kewajiban memelihara kebudayaan nasional dan daerah.dinyatakan oleh pasal 31 dan 32, Hak dan 7. Kewajiban warga negara tertuang pula pada pasal 29 ayat (2) yang menyatakan bahwa “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”.
8. Hak untuk mengembangkan dan menyempurnakan hidup moral keagamaannya, sehingga di samping kehidupan materiil juga kehidupan spiritualnya terpelihara dengan baik.
9. Kewajiban untuk percaya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

C. Hak dan kewajiban dalam bidang Hankam

- Pasal 30 menyatakan, bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara”.

Hak dan kewajiban dalam bidang Ekonomi

- Pasal 33 ayat (1), menyatakan, bahwa “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan”.

- Pasal 33 ayat (2), menyatakan bahwa “Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara”.

- Pasal 33 ayat (3), menyatakan bahwa “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”.

- Pasal 34 menyatakan bahwa “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”.

Arti pesannya adalah:
1. Hak memperoleh jaminan kesejahteraan ekonomi, misalnya dengan tersedianya barang dan jasa keperluan hidup yang terjangkau oleh daya beli rakyat.
2. Hak dipelihara oleh negara untuk fakir miskin dan anak-anak terlantar.
3. Kewajiban bekerja keras dan terarah untuk menggali dan mengolah berbagai sumber daya alam.
4. Kewajiban dalam mengembangkan kehidupan ekonomi yang berazaskan kekeluargaan, tidak merugikan kepentingan orang lain.
5. Kewajiban membantu negara dalam pembangunan misalnya membayar pajak tepat waktu.

7. TANGGUNG JAWAB NEGARA DAN TANGGUNG JAWAB WARGA NEGARANYA

Tanggung jawab sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak lahir tetapi setiap orang memiliki tanggung jawab yang berbeda-beda, Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban. Tanggung jawab juga merupakan dimana keadaan wajib menanggung akibat segala sesuatu yang telah kita kerjakan, tanggung jawab bisa berakibat buruk jika kita melakukannya dengan sesuka hati kita, sebaiknya kita melakukanya dengan bijak agar tidak merugikan diri kita sendiri dan orang lain.

Tanggung Jawab Negara:

1. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk
2. Negara atau pemerintah wajib membiayai pendidikan
3. Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi
4. Negara menghormati dan memelihara bahasa nasional dan bahasa daerah
5. Negara menguasai bumi, air, dan kekayaan alam
6. Negara menguasai hajat hidup orang banyak
7. Negara berkewajiban memelihara fakir miskin dan anak terlantar
8. Negara menjamin atas fasilitas kesehatan dan fasilitas umum lainnya

Tanggung Jawab Warga Negara:

Bentuk-bentuk sikap dan perilaku warga negara yang mencerminkan perwujudan tanggung jawab terhadap negara dan bangsa, yaitu sebagai berikut :

1. Memahami dan mengamalkan ideologi nasional kita, yakni Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dalam berbgai bidang kehidupan seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan.
2. Menjaga dan memelihara nama baik bangsa dan negara di mata dunia internasional sebagai bangsa dan negara yang merdeka, berdaulat, berperadaban, dan bermartabat.
3. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan menghindari sikap dan perilaku yang diskriminatif.
4. Membina solidaritas sosial sebagai sesama warga negara Indonesia.
5. Meningkatkan wawasan kebangsaan agar senantiasa terbina rasa kebangsaan, paham kebangsaan, dan semangat kebangsaan pada setiap diri warga negara

Disusun Oleh:
Nama: Achmad Renaldi
Kelas: 2TB01
NPM: 20315067

Jurusan Teknik Arsitektur
Fakultas Teknil Sipil dan Perencanaan
Universitas Gunadarma

Sumber Materi:
https://intanjulianaa.wordpress.com/2013/04/01/pengertian-bangsa-dan-negara/
http://ida-fitriyani.blogspot.co.id/2012/03/latar-belakang-kewarganegaraanbangsahak.html
http://taqidzakwan97.blogspot.co.id/2014/10/pengertian-teori-dan-fungsi-negara.html
http://www.artikelsiana.com/2015/07/pengertian-sentralisasi-desentralisasi-dekosentrasi.html
http://fajriadisyah.blogspot.co.id/2015/05/tanggung-jawab-warga-negara-terhadap.html
http://chairuddinnursiati.blogspot.co.id/2012/03/tugas-dan-tanggung-jawab-negara.html


Senin, 23 Januari 2017

Denvert Art Museum


Denvert Art Museum

Adalah museum seni yang dirancang oleh arsitek Italia, Gio Ponti. Terinspirasi oleh vitalitas dan pertumbuhan Denver. Museum ini memiliki koleksi seni Modern dan Kontemporer serta koleksi Oceanic Art and African Art. Museum ini terletak di 100 West 14th Avenue Parkway, Denver, CO 80202, United States dan dibuka pada bulan Oktober 2006. Sejak pembukaannya, museum ini menjadi landmark dan menarik ribuan pengunjung.

Minggu, 22 Januari 2017

Rey Juan Carlos Hospital


Rumah Sakit Rey Juan Carlos


Arsitek : Rafael De La-Hoz

Lokasi : Móstoles, Madrid, Spain

Arsitek Desain : Hugo Berenguer, Francisco Arévalo, Miguel MaízaJacobo Ordás, Carolina Fernández,
Encarna Sánchez, Gonzalo Robles, Javier Gómez dan Ignacio Jaso

Proyek Dasar : Miguel Miguel Maíza, Jacobo Ordás, Gonzalo Robles dan Javier Gómez

Model : Victor Coronel dan Fernando Mont

Desain Grafik Komputer : Luis Muñoz dan Daniel Roris

Pelaksana Proyek : Miguel Maíza, Sigfried Burguer, Hugo Berenguer, Jacobo Ordás, Gonzalo Robles, 
 Javier Gómez, Peter Germann, Laura Díaz, Fernando de la Fuente, Saúl Castellanos,
 Carmen Salinas, dan Ignacio Jaso

Koordinasi Pekerjaan : Miguel Maíza dan Jacobo Ordás

Biaya : Sekitar 10 Miliar Rupiah atau 70 juta euro

Luas Tanah : 90,000 sqm

Rabu, 23 November 2016

Kantor Studio Arsitek Clare Cousin

Hasil gambar untuk Kantor Studio Arsitek Clare Cousin
Kantor Studio Arsitek Clare Cousin

Apa itu kantor? Kantor adalah setiap tempat yang biasanya dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan tata usaha, dengan nama apapun juga tempat tersebut mungkin diberikan. Tujuan Kantor sendiri adalah memberikan sebuah sistem pelayanan berupa komunikasi dan perekaman.

Fungsi Kantor

Kantor mempunyai beberapa fungsi di antaranya, yaitu menerima informasi, merekam informasi, mengatur informasi, memberi informasi dan melindungi aset/harta. Untuk lebih jelasnya simak uraian berikut mengenai beberapa fungsi kantor.

1. Menerima Informasi

Salah satu fungsi kantor yang pertama adalah untuk menerima segala macam bentuk Informasi, seperti surat, panggilan telepon, pesanan, faktur, dan juga semua laporan tentang segala macam kegiatan bisnis. Selain menerima informasi yang masuk,kantor juga memiliki fungsi untuk memperoleh informasi secara lebih lanjut yang nantinya mungkin akan diminta oleh manajemen.

2. Merekam Informasi

Fungsi kantor yang kedua yaitu untuk merekam/menyimpan informasi agar informasi tersebut dapat sesegera mungkin disiapkan apabila pihak manajemen memintanya. Rekaman atua record semua informasi harus disimpan untuk kepentingan hukum atau sebagai sebuah alat bukti. Disamping itu,rekaman/record juga disimpan untuk memenuhi kebutuhan sebuah manajemen dalam melakukan perencanaan dan pengendalian pada perusahaan.

3. Mengatur Informasi

Kantor berfungsi untuk mengatur segala macam bentuk dari sebuah informasi dengan cara yang sistematis agar informasi tersebut dapat dimanfaatkan/digunakan  oleh pihak yang membutuhkan secara maksimal. Sebagai Contoh, laporan dari sebuah kegiatan promosi yang dilakukan oleh pihak perusahaan dengan cara menyajikan informasi dengan jelas dan dapat dibaca dengan baik. Laporan tersebut dibuat oleh pihak yang menggunakan informasi atau data yang sudah diatur secara sistematis didalam kantor.

4. Memberi Informasi

Kantor berfungsi untuk memberikan informasi kepada pihak yang membutuhkan. Apabula pihak manajemen meminta informasi,kantor memberikan informasi yang dibutuhkan berdasarkan data yang telah diterima, dihimpun, diatur dan disimpan. Sebagian informasi yang disajikan dapat bersifat rutin dan sebagian yang lain dapat bersifat khusus atau insidental. Informasi juga dapat diberikan secara lisan atau tertulis.

5. Melindungi Aset/Harta

Disamping yang fungsi yang lainnya, Kantor juga memiliki fungsi untuk melindungi aset atau harta. Segala macam bentuk informasi/data yang diterima oleh kantor adalah sebuah aset atau harta dari kantor tersebut. Kantor tidak akan berfungsi sepenuhnya jika dibatasi pada fungsi menerima,merekam,mengatur dan memberi informasi saja. Kantor juga harus dapat melindungi aset atau harta (informasi atau data), baik tepat penyimpanannya, maupun isi dari informasi atau data tersebut sehingga benar benar digunakan untuk kepentingan perusahaan dan informasi tidak jatuh kepada pihak pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kantor Studio Arsitek Clare Cousin


Clare Cousins

Arsitek asal Melbourne, Clare Cousins dan timnya baru saja menyelesaikan renovasi sebuah ruang kantor yang ia pakai bersama dengan perusahaan lain. Warna hitam atau putih dipilih sebagai warna perabotan-perabotan interiornya menjadi penanda sekaligus pemisah ruang kantornya dengan ruang pengguna lain.


Dalam proyek ini, sang arsitek berupaya mempertahankan bentuk asli dan menggunakan kembali bagian - bagian yang masih bisa digunakan. Tantangan dalam mewujudkan proyek ini yaitu menciptakan lingkungan yang tidak kaku, sehingga dapat membangkitkan kesan orisinalitas. Kedua perusahaan ingin mempertahankan nuansa komunitas dengan menggunakan sebuah kantor bersama, sehingga dalam mengerjakan proyek ini, para arsitek berfokus untuk menciptakan area komunal yang dapat digunakan oleh staf dari kedua perusahaan.



Pintu masuk terpisah di kedua sisi dari gedung langsung menghubungkan ke ruang kantor arsitek serta kantor staf perusahaan konstruksi pembangun. Kedua area ini disatukan oleh sebuah dapur, area bersantai, dan teras eksternal yang juga bisa dimanfaatkan bersama.


Pintu geser diaplikasikan di bangunan kantor ini dan terintegrasi ke dalam dinding kaca dapur dan meeting area yang berdekatan yang mengarah ke teras. Teras menjadi salah satu area bersosialisasi di gedung ini.


Dek yang terdapat pada teras menjadi hal utama yang diwujudkan pada konsep bersama. Di samping dek teras, dapur juga digunakan secara bersama - sama. Fasilitas bersama ini tentunya menguntungkan kedua pihak dalam memenuhi unsur – unsur profesional, sosial, dan spasial.



Beberapa ruang yang memerlukan pemisahan akustik dalam kantor perusahaan konstruksi dibuat menggunakan partisi kaca guna memungkinkan cahaya matahari untuk memasuki ruangan. Guna memaksimalkan potensi cahaya matahari, skylight diinstal di langit - langit ruangan ini.


Dinding bercat putih menggabungkan panel - panel langit-langit dari kayu lapis dan untuk meningkatkan kecerahan ruangan.

 clare cousin office_19

Penggunaan warna - warna cerah seperti oranye dan biru disisipkan ke dalam furnitur yang mayoritas berwarna hitam dan putih. Hal ini menandai dua area berbeda guna mengakomodasi kebutuhan dua perusahaan tersebut.


 

 

Bahan kayu lapis digunakan untuk menciptakan kabinet dan dinding - dinding tinggi yang memisahkan area umum dan area mobilitas dari ruang kerja. Cara ini ditetapkan dengan tujuan untuk mengurangi biaya dan dampak ekologis yang ditimbulkan.

Keputusan untuk bekerja sama dan membangun sebuah kantor yang digunakan bersama telah memberikan alternatif yang berkelanjutan. Pendekatan yang dipakai dalam desain kantor ini secara praktis mampu menawarkan solusi kebutuhan kantor modern. Detail - detail konstruksi sangat diperhatikan namun tetap mengutamakan kesan  bersahaja dan simple guna mengurangi budget yang dikeluarkan dan menggunakan budget tersebut seefektif mungin. Proyek ini menghabiskan dana sekitar  $1200 per sqm, termasuk bangunan utama dan eksteriornya. Untuk proyek pembangunan bagian kantornya sendiri, studio arsitektur Clare Cousins Architects mengeluarkan $ 50.000 atau kurang dari $500 per sqm.

Sebuah kaca yang dulunya terdapat di bagian barat ruangan dihilangkan dan diatur ulang untuk pemasangan vertikal shading. Sebuah area yang yang cukup luas yang dikelilingi kaca meminimalkan penggunaan sistem mekanis dan memungkinkan para staf untuk meningkatkan pengendalian lingkungan termal.


Skylight berlapis ganda telah dipasang untuk memungkinkan cahaya alami masuk ke dalam ruangan dan  secara signifikan mampu mengurangi kebutuhan akan pencahayaan buatan.

Banyaknya ruang-ruang bersama yang berlimpah, termasuk dapur, ruang santai, dan dek pada teras bisa dimanfaatkan oleh masing - masing perusahaan. Dengan ukuran ruangan yang lebih kecil, hal ini menyebabkan konsumsi energi menjadi berkurang dan interaksi sosial meningkat.

Insulation yang terpasang pada langit - langit yang baru dan perangkat shading eksternal secara signifikan mengurangi panas yang dihasilkan gedung ini. Dengan material dan fitur - fitur lain yang sebagian besar daur ulang dari kantor sebelumnya, hal tersebut memungkinkan terciptanya fleksibilitas dan sustainabilitas untuk sekarang dan di masa depan.

Sekian Analisa Kantor Studio Arsitek Clare Cousin, saya tidak menemukan gambar denah, tampak dan potongannya, yang ada hanya bagian dalam bangunan. Kurang lebihnya mohon dimaafkan. Semoga Bermanfaat.

Sumber: Architectaria, Clarecousins

Selasa, 22 November 2016

Arsitektur Tropis

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang Arsitektur Tropis, baiklah langsung saja,


A. PENGERTIAN ARSITEKTUR TROPIS

Arsitektur Tropis adalah suatu konsep bangunan yang mengadaptasi kondisi iklim tropis. Letak geografis Indonesia yang berada di garis khatulistiwa membuat Indonesia memiliki dua iklim, yakni kemarau dan penghujan. Pada musim kemarau suhu udara sangat tinggi dan sinar matahari memancar sangat panas. Dalam kondisi iklim yang panas inilah muncul ide untuk menyesuaikannya dengan arsitektur bangunan gedung maupun rumah yang dapat memberikan kenyamanan bagi penghuninya.

Tentunya ada beberapa hal yang harus diperhatikan dari segi material, sirkulasi udara,dan pencahayaan alami. Karena lingkungan yang tropis memiliki iklim dengan panas yang menyengat, pergerakan udara, dan curah hujan yang cukup tinggi. Oleh sebab itu dalam konsep arsitektur tropis ini juga ada upaya yang harus dicegah dari timbulnya efek iklim tropis. Seperti faktor kelembaban, perubahan suhu, dan kesehatan udara.

Pada bangunan arsitektur tropis juga didukung dengan materialnya yang banyak dengan material lokal dan alami. seperti kayu, bambu, dll. Bukaan untuk bangunan arsitektur tropis harus memperhatikan arah pencahayaan matahari pagi dan sore. Agar tercipta suhu dalam bangunan yang cukup nyaman dan sehat. Juga sirkulasi udara yang dirasa akan cukup sebagai udara yang sehat.

Definisi atau pemahaman tentang arsitektur tropis di Indonesia hingga saat ini cenderung keliru. Arsitektur tropis sering sekali dibicarakan, didiskusikan, diseminarkan dan diperdebatkan oleh mereka yang memiliki keahlian dalam bidang sejarah atau teori arsitektur. Arsitektur tropis seringkali dilihat dari konteks 'budaya'. Padahal kata 'tropis' tidak ada kaitannya dengan budaya atau kebudayaan, melainkan berkaitan  dengan 'iklim'. Pembahasan arsitektur tropis harus didekati dari aspek iklim. Mereka yang mendalami persoalan iklim dalam arsitektur persoalan yang cenderung dipelajari oleh disiplin ilmu sains bangunan (fisika bangunan) akan dapat memberikan jawaban yang lebih  tepat  dan  terukur secara kuantitatif.   Mereka   yang   dianggap  ahli   dalam   bidang arsitektur tropis Koenigsberger, Givoni, Kukreja, Sodha, Lippsmeier dan Nick Baker memiliki spesialisasi keilmuan yang berkaitan dengan sains bangunan, bukan ilmu sejarah atau teori arsitektur.

Kekeliruan pemahaman mengenai arsitektur tropis di Indonesia nampaknya dapat dipahami, karena pengertian arsitektur tropis sering dicampur adukkan dengan pengertian 'arsitektur tradisional' di Indonesia, yang memang secara menonjol selalu dipecahkan secara tropis. Pada masyarakat tradisional, iklim sebagai bagian dari alam begitu  dihormati  bahkan  dikeramatkan,  sehingga pertimbangan iklim amat menonjol pada karya  arsitektur  tersebut. Manusia Indonesia cenderung akan membayangkan bentuk-bentuk arsitektur tradisional Indonesia ketika mendengar istilah arsitektur tropis. Dengan bayangan ini yang sebetulnya tidak seluruhnya benar pembicaraan mengenai arsitektur tropis akan selalu diawali. Dari sini pula pemahaman mengenai arsitektur tropis lalu memiliki konteks dengan budaya, yakni kebudayaan  tradisional Indonesia. Hanya mereka yang mendalami ilmu sejarah dan teori arsitektur yang mampu berbicara banyak mengenai budaya dalam kaitannya dengan arsitektur, sementara arsitektur tropis (basah) tidak hanya terdapat di Indonesia, akan tetapi di seluruh negara yang beriklim tropis (basah) dengan budaya yang berbeda-beda, sehingga pendekatan arsitektur tropis dari aspek budaya menjadi tidak relevan.

Dari uraian diatas, perlu ditekankan kembali bahwa pemecahan pemecahan rancangan arsitektur tropis (basah) pada akhirnya sangatlah terbuka. Arsitektur tropis dapat berbentuk apa saja tidak harus serupa dengan bentuk-bentuk arsitektur tradisional yang banyak dijumpai di wilayah Indonesia, sepanjang rancangan bangunan tersebut mengarah pada pemecahan persoalan yang ditimbulkan oleh iklim tropis seperti terik matahari, suhu tinggi, hujan dan kelembapan tinggi.

Arsitektur Tropis mempertimbangkan kondisi iklim dalam perencanaan dan perancangannya, baik secara mikro (bangunan), meso (lingkungan) dan makro (kawasan). Arsitektur Tropis terus berkembang dan diwujudkan dalam bentuk beragam tema, seperti :
1. Green Architecture
Hasil gambar untuk green architecture

2. Arsitektur Metabolish
Hasil gambar untuk nakagin capsule

3. Solar Arsitektur
Hasil gambar untuk solar dezhou

B. IKLIM DAN GEOGRAFIS PADA ARSITEKTUR TROPIS

Dua kategori Lingkungan yang terbentuk oleh kondisi iklim dan geografis:
  • Daerah Tropis Kering dengan padang pasir, stepa dan savana kering
  • Daerah Tropis Lembab dengan hutan tropis, daerah-daerah dengan angin musim dan savana lembab
Iklim makro berhubungan dengan ruang yang besar seperti negara, benua dan lautan. Iklim mikro berhubungan dengan ruang terbatas, yaitu ruangan dalam, jalan, kota atau taman kecil.

Hasil gambar untuk tropis kering Hasil gambar untuk tropis basah

Ciri-ciri Tropis Kering:
1. Kelembaban rendah
2. Curah hujan rendah
3. Radiasi panas langsung tinggi
4. Suhu udara pada siang hari tinggi dan pada malam hari rendah (45 derajat dan 10 derajat Celcius)
5. Jumlah radiasi maksimal, karena tidak ada awan.
6. Pada malam hari berbalik dingin karena radiasi balik bumi cepat berlangsung (cepat dingin bila dibandingkan tanah basah/lembab).
7. Menjelang pagi udara dan tanah benar-benar dingin karena radiasi balik sudah habis. Pada siang hari radiasi panas tinggi dan akumulasi radiasi tertinggi pukul 15.00. Sering terjadi badai angin pasir karena dataran yang luas.
8. Pada waktu sore hari sering terdengar suara ledakan batu-batuan karena perubahan suhu yang tiba-tiba drastis.

Ciri-ciri Tropis Lembab:
1. Curah hujan tinggi sekitar 2000-3000 mm/tahun
2. Radiasi matahari relatif tinggi sekitar 1500 hingga 2500 kWh/m2/tahun
3. Suhu udara relatif tinggi untuk kota dan kawasan pantai atau dataran rendah. Untuk kota dan kawasan di dataran tinggi rendah, sekitar 18 derajat hingga 28 derajat atau lebih rendah.
4. Kelembaban tinggi (Jakarta antara 60 hingga 95%)
5. Kecepatan angina relatif rendah.

C. CIRI-CIRI BANGUNAN ARSITEKTUR TROPIS


1. Mempunyai atap yang relatif tinggi dengan kemiringan diatas 30 derajat. Ruang di bawah atap berguna untuk meredam panas.
2. Mempunyai teritisan / overstek atap yang cukup lebar untuk mengurangi efek tampias dari hujan yang disertai angin. Juga untuk menahan sinar matahari langsung yang masuk ke dalam bangunan.
3. Mempunyai lubang / bukaan untuk ventilasi udara secara silang, sehingga suhu di dalam ruangan bisa tetap nyaman.
4. Pada daerah tertentu, rumah panggung menjadi ciri utama yang kuat untuk antisipasi bencana alam dan ancaman binatang buas.
5. Penggunaan material lokal yang sumbernya bisa didapat di sekitarnya.


Konsep rumah tropis, pada dasarnya adalah adaptasi bangunan terhadap iklim tropis, dimana kondisi tropis membutuhkan penanganan khusus dalam desainnya. Pengaruh terutama dari kondisi suhu tinggi dan kelembaban tinggi yang sangat berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan berada dalam ruangan yang merupakan salah satu contoh aplikasi konsep rumah tropis. Meskipun konsep rumah tropis selalu dihubungkan dengan sebab akibat dan adaptasi bentuk (tipologi) bangunan terhadap iklim, banyak juga interpretasi konsep ini dalam tren yang berkembang dalam masyarakat. Misalnya penggunaan material tertentu sebagai representasi dari kekayaan alam tropis, seperti kayu, batuan ekspos, dan material asli yang diekspos lainnya.

D. PERBEDAAN ARSITEKTUR TROPIS DENGAN ARSITEKTUR BIOKLIMATIK

Arsitektur bioklimatik adalah suatu pendekatan yang mengarahkan arsitek untuk mendapatkan penyelesaian desain dengan memperhatikan hubungan antara bentuk arsitektur dengan lingkungannya dalam kaitannya iklim daerah tersebut. Pada akhirnya bentuk arsitektur yang dihasilkan juga dipengaruhi oleh budaya setempat, dan hal ini akan berpengaruh pada ekspresi arsitektur yang akan ditampilakan dari suatu bangunan,selain itu pendekatan bioklimatik akan mengurangi ketergantungan karya arsitektur terhadap sumber-sumber energi yang tidak dapat dipengaruhi.

Sedangkan Arsitektur tropis adalah sebuah konsep desain yang beradaptasi dengan lingkungan yang tropis tetapi bukan berarti melupakan sisi estetika. Hanya disini hal yang paling utama adalah sebuah respon positif dari efek iklim tropis itu sendiri.

Gambar terkait Hasil gambar untuk arsitektur tropis

Arsitektur bioklimatik menggunakan prinsip desain. Penampilan bentuk arsitektur sebagian besar dipengaruhi oleh lingkungan setempat yaitu,
- Meminimalkan ketergantungan pada sumber energi yang tidak dapadiperbaharui.
- Penghematan energi dari segi bentuk bangunan, penempatan bangunan,dan pemilihan material.
- Mengikuti pengaruh dari budaya setempat.

Hal-hal yang harus dipehatikan dalam mendesain dengan tema bioklimatik strategi pengendalian iklim, antara lain:
- Memperhatikan keuntungan matahari
- Meminimalkan perlakuan aliran panas
- Meminimalkan pembesaran bukaan/bidang terhadap matahari
- Memperhatikan ventilasi
- Memperhatikan penguapan pendinginan, sistem atap.

Sedangkan Arsitektur Tropis adalah jawaban atas kondisi lingkungan di daerah tropis, merupakan karya arsitektur yang mencoba memecahkan problematik iklim tropis. Konsep dasar arsitektur tropis, pada dasarnya adalah adaptasi bangunan terhadap iklim tropis. Sebagaimana diketahui, secara umum iklim tropis ditandai dengan kondisi dua musim, kemarau dan hujan, yang kerap kali mencapai keadaan cukup ekstrim. Desain arsitektur tropis harus mampu menanggapi kedua kondisi tersebut dengan baik.

E. BANGUNAN ARSITEKTUR TROPIS

1. The Cuixmala Luxury Resort Careyes, Meksiko
Hasil gambar untuk The Cuixmala Luxury Resort Careyes
 

Bahan bangunan yang digunakan tidak jauh berbeda dengan resort pada umumnya namun terdapat sentuhan material alami pada interior bangunan seperti kayu, pada kusen pintu dan jendela, reng atap dan lainnya, Gaya bangunan Meksiko juga diterapkan pada furniture mewah yang digunakan namun tetap dengan bentuk yang simpel. Terdapat banyak bukaan agar suhu di dalam terjaga. Cahaya matahari tidak masuk secara langsung ke dalam bangunan karena terhalang oleh pohon-pohon.

2. The Fish House Singapore City, Singapore
Hasil gambar untuk The Fish House Singapore City, Singapore Hasil gambar untuk The Fish House Singapore City, Singapore
Hasil gambar untuk The Fish House Singapore City, Singapore

Properti modern ini dirancang menyesuaikan iklim tropis panas dan lembab Singapura dengan menciptakan ruang terbuka similir, memberikan penghuninya pemandangan dari setiap sudut kamar ke laut dan ke taman dengan kolam renang yang besar yang menghubungkan rumah dengan landscape. The Fish House adalah salah satu contoh bangunan yang di desain mengikuti kondisi alam sekitarnya. Suasana air kolam dan air laut membuat suhu di dalam bangunan menjadi sejuk.

3. Holy Stadium JKI Injil Kerajaan, Semarang, Jawa Tengah
Gambar terkait

Bangunan holy stadium adalah bangunan bentang lebar berfungsi sebagai gereja dengan luas total 1,8 hektar mampu menampung 16.000 jemaat, gedung ini dianugerahi 2009 Asean Energy Award karena mampu mengefisiensi konsumsi energi, gedung ini diarsiteki oleh Jimmy Priatman dari surabaya. 

Bangunan ini diusulkan para dewan gereja untuk dapat menampung sejumlah besar orang, selain itu bangunan harus ramah lingkungan, hemat energi dan berkelanjutan. Ternyata bangunan ini juga menerapkan beberapa sistem arsitektur yang sudah cukup maju selain itu bangunan ini juga menjadi roh di kawasan tepi pantai grand marina, karna setelah munculnya bangunan ini kawasan disekitar marina mulai menjadi hidup.

Bangunan holy stadium dilengkapi teknologi yang mampu mengatasi permasalahan matahari dengan baik, dan pergerakan udara dengan baik, pada bagian atas bangunan menggunakan insulasi untuk menahan panas, sedangkan pada eksterior bangunan memiliki selubung agar panas tidak masuk kedalam bangunan.

Pembuatan koridor sebagai ruang transisi, ruang transisi bertujuan memberikan kenyamanan thermal yang optimal kepada fungsi ruang utama pada kasus ini ruang utamanya adalah ruang gereja, disini lobby berperan membuang hawa panas karena pada lobby udara terus mengalir, disamping itu juga dengan prinsip fisika dasar pada transfer panas, bahwa udara sebagai konduktor yang buruk, jadi udara panas akan kesulitan mencapai ruang gereja,

Sumber:
http://adacyntya.blogspot.co.id/2015/04/arsitektur-tropis.html
http://radentirta18.blogspot.co.id/2016/11/arsitektur-tropis.html
http://elinramln.blogspot.co.id/2016/01/arsitektur-ligkungan-bab-4-arsitektur.html
https://id.scribd.com/doc/200873785/Penerapan-Arsitektur-Tropis-Pada-Bangunan-High-Tech-pdf
https://cutnuraini.files.wordpress.com/2014/09/kuliah_12.pdf
http://www.slideshare.net/alvinoyeah/azas-perancangan-arsitektur-3-contoh-bangunan-tropis

Selasa, 08 November 2016

Analisis Rumah Kelantan, Malaysia

SEJARAH

Negeri Kelantan merupakan salah satu sebuah negeri dari 13 negeri dalam Negara Malaysia. Negeri ini mempunyai sejarah yang panjang sejak zaman purba. Dengan latar belakang sejarah yang agak panjang ini telah menjadikan senibina rumah Kelantan mempunyai bentuk rumah yang unik dan ciri khas tersendiri.

Negeri Kelantan menjadi salah satu kota singgahan disemenanjung Melayu antara perdagang China, India dan Arab. Kedatangan syariat Islam kedalam masyarakat Kelantan menjadi pelengkap terakhir untuk senibina rumahnya. Bersuaian dengan sifat Allah SWT yang suka akan keindahan, telah membawa inspirasi kepada masyarakat Melayu Kelantan untuk menggunakan ide dan karyanya semata-mata untuk mencari keberkahan ilmu di jalan Allah SWT.

Ada dua jenis rumah di Kelantan:
1. Rumah Bujang
2. Rumah Tiang Dua Belas

1. RUMAH BUJANG

Jenis rumah ini adalah jenis rumah yang tidak asing di telinga masyarakat Kelantan, yang mengacu pada jenis rumah dengan atap berbentuk huruf “alif lam” terbalik. Bentuknya merupakan bangunan sederhana, dapat dilihat dari segi pembagian ruang dan bahan konstruksi.

Rumah bujang hanya terdiri dari 1 unit rumah dengan 6 kolom utama. Ruangannya hanya terdiri dari Rumah Ibu (Ruang Utama) dan Rumah Dapur (Dapur). Ruangan tersebut tidak dipisahkan oleh dinding, tetapi hanya menggunakan penghalang kain yang disebut tirai.

Hasil gambar untuk rumah bujang

2. RUMAH TIANG DUA BELAS

Nama Tiang Dua Belas didapat berdasarkan banyak jumlah tiang utamanya yaitu 12 tiang. Rumah ini terdapat tiga modul yaitu Rumah Ibu, Rumah Tengah dan Rumah Dapur. Rumah Ibu mempunyai ruang selasar yaitu satu ruang yang luas untuk menerima tamu. Rumah Tengah berfungsi menempatkan bilik-bilik dan bersekat-sekat, dan Rumah Dapur adalah bagian rumah yang berfungsi untuk memasak, dsb.

Hasil gambar untuk rumah tiang 12 kelantan



Penjelasan Nomor:

1. Kasau Betina
2. Kasau Jantan
3. Tulang Bumbung
4. Gulung-Gulung
5. Alang Lintangan
6. Alang Panjang
7. Tunjuk Langit
8. Papan Berlarik
9. Jenang 
10. Salur Air
11. Bumbung Genting Singgora
12. Jenang Tingkap
13. Bendul
14. Tiang Kayu
15. Alas Tiang
16. Lantai Papan
17. Gelenggar
18. Rasuk Pendek
19. Rasuk Panjang
20. Kawan Dinding
21. Kekisi
22. Tabir Layar
23. Dinding Jandan Berhias
24. Dinding Papan Berlidah
25. Pintu papan Kembung
26. Tingkap papan kembung


Bagian Pemeleh


Denah Rumah Tiang Dua Belas

MATERIAL

Material yang digunakan diantaranya:
1. Atap: Genting Singgora
2. Dinding: Kayu (Papan Kembus)
3. Lantai: Kayu
4. Kolom/Tiang: Kayu
5. Tangga: Kayu

Genting Singgora


Bagian dalam Rumah Tiang Dua Belas


Tangga


Kolom dan Pondasi


DETAIL



Detail Pada Bagian Kolom dan Pondasi

Sumber:
http://fardiyah.blogspot.co.id/2016/03/a-study-about-rumah-kelantan-malaysia.html
http://pp-sk.blogspot.co.id/